Selasa, 14 Juli 2015

"KESENIAN JARANAN PEGON PACITAN" Kesenian tradisional serupa Kuda Lumping dengan keunikan para pemainya yang kesurupan. [Desa Mangunharjo - Kecamatan Arjosari]



jaranan pegon arjosari pacitan

Tak kalah dengan kesenian lainya di Pacitan. Arjosari, sebuah kecamatan yang juga turut menyumbangkan kesenian tradisional Jawa-nya. Kesenian tersebut biasa di kenal dengan nama "Jaranan Pegon", istilah ini sebenarnya juga dikenal diberbagai wilayah di Jawa timur. Itu artinya bukan hanya Pacitan saja yang memiliki kesenian semacam ini.

Jaranan Pegon merupakan seni tradisional dari Desa Mangunharjo Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan Jawa Timur. Kesenian ini dilaksanakan saat warga mempunyai hajatan atau pada saat ada acara upacara peringatan-peringatan tertentu.

Jaranan pegon pacitan

Untuk memulai acara pertunjukkan Jaranan Pegon ini di tampilkan terlebih dahulu penari pegon ( penari yang membawa kuda-kudaan ), biasanya yang memainkan tarian ini adalah para lelaki yang masih berusia muda ( masih usia SMP ). Setelah penari kuda tampil di lanjuttkan penari yang membawa celeng ( membawa duplikat babi ) dan seorang penari yang membawa kepala naga yang terbuat dari kayu dan dengan di iringi oleh gamelan jawa yang sangat khas.

Yang unik dari kesenian tradisional ini, seperti biasanya lama kelamaan kedua penari tersebut terlarut dengan suara gamelan yang mengalun-alun dan akhirnya kedua penari itu kesurupan makhluk halus. Hal demikian sudah dianggap wajar, namun cukup mengherankan bagi sebagian orang yang baru mengenal kesenian tradisional yang satu ini.